Korelasi Pikiran dengan Tindakan
Nulis lagi ach. setelah sekian lama blog ini dianggurin, terbersit lagi keinginan untuk bercurhat ria disini
Dalam beberapa hari ini saya menemukan beberapa orang yg mengeluh, kurang inilah, kurang itulah, harusnya begini, harusnya begitu dan lain lainnya.
Saya berfikir sebenarnya semua itu berawal dari fikiran, yang mengarahkan kita untuk bertindak sesuai dengan pikiran yang terbersit tadi.
Beberapa komunitas - komunitas mencoba untuk menciptakan dogma, mengarahkan fikiran ke arah yang positif misalnya :
CNI :
Sapaan yang selalu mengatakan “SELAMAT PAGI” tidak perduli jam 12 malam sekalipun tetap mengucapkan SELAMAT PAGI” dengan menanamkan untuk selalu berfikir, bergerak dan bertindak seperti segarnya kita di pagi hari. Penuh dengan optimistik
AMWAY :
“Apa Kabar” selalu dengan jawaban “LUAR BIASA” jawaban itu benar - benar mampu mendoktrin orang untuk berfikir positif dan enerjik
MARIO TEGUH :
Dengan dogma “SUPER”-nya membetot perhatian kita, dengan mencoba memahami, menelaah, berfikir dengan kondisi yg benar benar SUPER
Kenapa hal - hal seperti itu dirasa perlu ? Karena memang pemikiran kita mampu mengarahkan gerakan dan tindakan sesuai dengan kondisi tersebut. ketika kita mengatakan kita dalam kondisi “MALAS” maka tubuh kita pun berhenti utk beraktivitas. Menuju Passif.
Seiring dengan hal tersebut dirasa untuk perlu melatih mengarahkan tubuh kita untuk lebih bertindak positif
Hindari kata kata yg mengarah kepada hal - hal yang negatif misalnya :
1. aku tak sanggup
2. Rasanya aku tak mampu
3. Aku tak layak untuk hal itu
dan lain lain

